Menerapkan Disiplin Tanpa Kekerasan Pada Anak

Menerapkan Disiplin Tanpa Kekerasan Pada Anak

Menerapkan Disiplin Tanpa Kekerasan Pada Anak

Backdot.com – Sebagian dari Anda mungkin saja sudah pernah rasakan hukuman fisik semasa kecilnya, baik di rumah atau pun di sekolah. Barangkali Anda tumbuh dan lihat hukuman fisik terjadi sehari-hari, sehingga Anda memandangnya sebagai suatu hal yang lumrah. Sebab orangtua dan juga guru Anda menggunakannya, maka Anda menggangap hukuman fisik merupakan salah satu cara biasa bagi orang dewasa dalam memperlakukan anak-anak. Bila anaknya nakal, siapa tahu dia perlu dipukul supaya jera. Toh alasannya dikarenakan sayang dan niatnya pun juga mendidik.

Menerapkan Disiplin Tanpa Kekerasan Pada Anak

Tapi seiring dengan berjalannya waktu, ilmu pengetahuan yang  juga terus alami perkembangan, sebagai pengasuh dan juga pendidik utama bagi anak, Anda bertanggung jawab untuk ciptakan lingkungan yang aman serta mendorong anak untuk berkembang lebih optimal. Kini, sebuah pemahanan terbaru bahwasannya hukuman fisik ini tak layak, berbahaya bagi anak, dan melanggar hukum. Hukuman fisik seharusnya tak lagi mendapatkan tempat dalam pendidikan, baik itu di rumah atau pun di sekolah.

Lantas, apa dampak dari hukuman fisik bagi anak?

Hukuman fisik ini bisa berdampak pada rasa marah, takut, malu, dan juga tidak percaya diri. Anak yang mendapatkan hukuman fisik tersebut bisa juga kehilangan rasa percaya dirinya pada orang dewasa yang telah menghukumnya berulang-ulang kali. Hukuman fisik ini juga bisa mengajarkan anak bahwasannya kekerasan adalah salah satu cara wajar untuk buat orang lain ikuti keinginannya. Dan mereka bisa dipastikan akan meneruskannya sebagai pelaku perisakan atau bullying pada teman maupun kekerasan dalam berumah tangga ketika dewasa.

Cara menerapkan disiplin tanpa kekerasan

Disiplin yang positif merupakan pendekatan baru bagi guru serta orangtua dalam membimbing perilaku anak. Dengan disiplin positif ini guru beserta orangtuanya diharap dapat memperhatikan dulu kebutuhan psikolog dan juga emosional anak sebelum akhirnya memperhatikan perubahan perilakunya. Tujuan dari disiplin positif ini adalah untuk membantu sih anak dalam mengembangkan rasa tanggung jawab untuk menjadikan keputusan yang baik dan juga penuh dengan pertimbangan. Disiplin positif juga bisa membantu sih anak untuk belajar disiplin dengan motivasi dari dalam dirinya, bukan dikarenakan rasa takut terhadap orang lain.

dosenpendidikan.com Selain hal tersebut, dalam disiplin positif ini anak nantinya akan dikenalkan pada konsekuensi atas perbuatannya. Apabila perbuatannya memang tak baik, maka anak bisa mendapatkan konsekuensi sesuai perilakunya tersebut. Konsekuensi yang telah disepakati oleh anak dan guru atau pun orangtua, bukan hal-hal yang memalukan maupun berbau kekerasan. Contohnya saja anak menumpahkan gelas yang berisikan kopi di atas karpet, konsekuensinya dia harus bisa membersihkan dan juga mengeringkan karpet tersebut.

Demikianlah informasi seputar menerapkan disiplin tanpa kekerasan pada anak yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: