All posts by dodi setiawan

Tips Mudah Belajar Matematika untuk Sih Kecil

Tips Mudah Belajar Matematika untuk Sih Kecil

Backdot.com – Untuk menjadikan sih kecil senang belajar matematika, kira-kira strategi atau pun tips apa nih yang bisa Anda coba terapkan bund? Apalagi perlu bunda tahu lho, bahwasannya membelajari sih kecil matematika tentu tak semudah seperti yang bunda bayangkan, sebab di usia sih kecil yang masih balita seperti ini, pastinya dia masih suka-sukanya bermain yang menerutnya mengasyikkan dibandingkan harus belajar ini dan itu seperti yang Anda suruh. Tetapi, Anda juga tak perlu terlalu khawatir ya, sebab berikut ini ada beberapa tips mudahnya belajar matematika untuk sih kecil yang bisa Anda coba.

Tips Mudah Belajar Matematika untuk Sih Kecil

Tips mudah belajar matematika untuk sih kecil

  • Matematika bukan segalanya. Mindset ini yang seharusnya dipahami orangtua. Ada banyak sekali hal lainnya yang juga tak kalah pentingnya untuk dipelajari oleh sih kecil. Contohnya saja kemampuan dalam berbahasa. Sebab untuk bisa pahami mengenai matematika, sih kecil juga harus paham soalnya terlebih dulu kan, bund?
  • Anak kecil dikenalkan dengan konsep yang kongkret. Seperti pada saat Anda berkata bilangan satu, itu ada baiknya Anda menunjukkan satu benda. Begitu pula dalam mengajarkan operas9i perjumlahan, pengurangan, atau perkalian, anak Anda didekatkan pada hal-hal yang konkret. Contohnya saja, belajar berhitung dengan menggunakan lidi, balok, atau pun menggunakan asosiasi benda yang dikenal oleh anak Anda.
  • Untuk bisa menjauhkan fobia anak pada pelajaran matematika, silakan dekatkan saja sih anak pada angka yang Anda temui dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja dimulai dari pagi hari ketika dia bangun, menghitung berapa jam dia tidur. Pada saat sarapan, mengiris roti sembari belajar pecahan. Kemudian dalam perjalanan ke sekolah, kira-kira berapa kilometer jarak tempuh dari rumah ke sekolahan, dan lain sebagainya. Sehingga dengan demikian, anak Anda juga tidak merasa tertekan, seperti bila dia disodori lembaran latihan solah di setiap harinya.
  • Biarkan saja sih kecil belajar berhitung menggunakan jari, bila mampunya memang demikian. Penelitian yang dilakukan Ilaria Berteletti dan juga James R. Booth, mengalasisis ternyata pada otak kita ada bagian yang jadi representasi dari kerja jari-jari. Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwasannya pada saat anak usia 8 hingga 13 tahun diberi soal penjumlahan kompleks, maka somatosensory finger area tersebut akan bereaksi, bahkan saat sih kecil sebenarnya tak sedang menggunaka jarinya.
  • http://www.kuliahbahasainggris.com/recount-text-pengertian-tujuan-generic-structure-dan-contoh-terlengkap/ Beri sih kecil waktu bermain dan berproses sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya. Kematangan fisik dan juga sistem saraf anak nantinya juga akan berpengaruh pada daya pikir sih anak. Latihan berpikir memecahkan masalah, merumuskan masalah, adan mengambil kesimpulan nanti akan membantu anak untuk kembangkan pikiran atau inteligensinya dengan baik. Demikian pula dengan kemampuan daya serap matematikaya.

Demikianlah informasi tentang tips mudah belajar matematika untuk sih kecil yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:

Tips Menghadapi Anak Memasuki Fase Terrible Two

Tips Menghadapi Anak Memasuki Fase Terrible Two

Backdot.com – Di sadari atau pun tidak bagi setiap orangtua bahwasannya anak-anak pada usia 2 hingga 3 tahun ini biasanya akan mulai ingin mandiri. Itu sebab kenapa pada tahapan perkembangannya tersebut sering  atau bahkan sangat dikenal sekali dengan sebutan “terrible two”. Akan tetapi walaupun demikian, hal yang seperti ini bisa jadi saat-saat yang paling menyenangkan bagi para balita dan juga bagi para orangtua. Sebab, nantinya sih anak akan alami perubahan yang bisa dibilang cukup drastic dalam berpikir, belajar, bersosialisasi, dan juga emosinya. Yang mana, kesemua itu bisa membantu sih anak itu sendiri dalam mengeksplorasi dunia barunya, dan juga memahami tentang segala hal yang ada.

Tips Menghadapi Anak Memasuki Fase Terrible Two

Nah, kira-kira apa saja sih keterampilan yang biasanya dikuasi oleh anak pada usia tersebut bund? Biasanya balita yang sudah berusia 2 hingga 3 tahun ini sudah mulai bisa memahami 2 hingga 3 instruksi yang Anda berikan, bahkan tidak hanya itu saja dia juga bisa membedakan benda berdasar warna serta bentuk, maupun menirukan perlaku teman mainnya, bahkan orang dewasa yang ada di sekitarnya dengan baik. Tak hanya itu saja, anak dengan usia ini juga mampu mengekspresikan berbagai emosinya. Nah, untuk bisa membantu sih kecil dalam melewati tahapan tersebut, di bawah ini ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan. Mau tahu apa saja sih tips dalam menghadapi anak saat memasuki fase terrible two? Langsung saja Anda simak beberapa ulasannya di bawah ini ya bund.

Tips menghadapi anak memasuki fase terrible two

  • Tips pertama yang bis Anda lakukan pada saat sih kecil memasuki fase terrible two ini adalah dengan mengajak sih kecil berjalan-jalan atau pun naik sepeda bersama-sama di kompleks, dan jangan lupa juga untuk mengajarkan kepada sih kecil untuk bersosialisasi dengan orang sekitar yang dia temui.
  • Tips yang selanjutnya adalah dengan mendorong sih kecil untuk menyebutkan nama dan juga usianya lewat candaan yang hangat dan menyenangkan.
  • Selain hal tersebut, pada fase terrible two ini Anda juga bisa meminta sih kecil untuk ikut ke dalam permainan pura-pura.
  • Ajarkan juga pada sih kecil beberapa lagu-lagu yang sederhana, dan juga tidak terlalu keras nada musiknya, contohnya saja lagu-lagu anak seperti balonku, dan lain sebagainya.
  • Sediakan juga waktu khusus untuk membaca buku bersama-sama.
  • http://www.kuliahbahasainggris.com/report-text-pengertian-tujuan-generic-structure-dan-contoh-terlengkap/ Berikan saja perhatian dan juga pujian bila dia ikuti instruksi serta berperilaku yang baik.
  • Ajarkan kepada anak Anda cara untuk menghadapi rasa kecewa yang baik.

Nah, itulah tadi beberapa informasi yang dapat kami bagikan tentang tips menghadapi anak memasuki fase terrible two. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:

Tips Ajarkan Rasa Hormat Pada Anak Secara Cerdas

Tips Ajarkan Rasa Hormat Pada Anak Secara Cerdas

Backdot.com – Anak-anak yang mempunyai rasa hormat pada orang lain pasti akan lebih mudah menjadikan mereka diterima di lingkungannya sebab pribadinya yang menyenangkan. Hal yang demikian ini pastinya berbeda dengan anak-anak yang mempunyai pribadi kasar dan juga tidak sopan, selain akan dijauhi di lingkungannya, mereka juga kesulitan bergaul serta mempunyai banyak teman.

Tips Ajarkan Rasa Hormat Pada Anak Secara Cerdas

Untuk itu, menanamkan rasa hormat pada orang lain didiri anak Anda adalah salah satu bagian yang paling penting di dalam proses mendidik anak. Selain hal tersebut, ada banyak aspek yang harus diajarkan pada sih kecil mengenai rasa hormat, dan bagaimana cara bersikap anak di dalam memperlakukan orang lain dengan rasa hormat.

Tips ajarkan rasa hormat pada anak

Beri rasa hormat dan dukungan

Rasa hormat ini akan tertanam didiri anak Anda, jika sikap tersebut dicontohkan pada anak Anda sendiri. Pada saat Anda ajarkan anak untuk bisa menghormati orang lain, maka Anda sendiri juga harus bisa memberikan sikap tersebut pada anak dan memberi dukungan maupun  dorongan pada anak untuk bisa belajar menunjukan rasa hormat pada orang lain.

Perhatikan intonasi suara

Terkadang, anak menjawab dengan intonasi atau pun nada yang tak sopan dan juag semena-mena dengan tak menunjukkan rasa hormatnya. Maka dari itulah, saatnya buat Anda sebagai orangtuanya untuk ajarkan bahwasannya intonasi dari caranya berbicara juga harus diperhatikan, khususnya saat mereka berbicara dengan orangtua dan orang yang lebih dewasa. Dalam hal yang satu ini anak Anda harus bisa pahami bahwasannya nada yang lantas dia ucapkan saat meminta tolong bukan hal yang baik dilakukan. Sebaliknya, ajarkan saja pada anak Anda untuk meminta dengan sopan serta mengucapkan sesuatu yang lembut, apalagi bila ucapannya tersebut adalah sebuah permintaan.

Mengajarkan bagaimana berperilaku sopan santun

Dalam rangka ajarkan anak rasa hormat adalah salah satu hal yang paling penting sekali bagi orangtua ajarkan sikap sopan dan juga santun pada anak. Dengan pelajaran sopan santun ini maka anak akan bisa memahami bagaimana cara bertindak sesuai normal yang berlaku. Dengan demikian maka perilaku hormat dan juga saling menghormati orang lain bakal dengan sendirinya terbentuk di dalam diri anak sebab mereka tahu batasan dan juga tata krama saat berada bersama dengan orang lain.

http://www.dosenpendidikan.com/sejarah-lahirnya-sumpah-pemuda-indonesia/ Anak-anak tahu sopan satun nantinya tidak akan sulit sewaktu dihadapkan dengan lingkungan baru. Walaupun mereka masih berusia dini, akan tetapi memperlakukan orang lain dengan rasa hormat seperti ini akan senantiasa dapat mereka aplikasikan.

Demikianlah tips ajarkan rasa hormat pada anak secara cerdas yang bisa kami informasikan. Semoga saja bisa bermanfaat dan menginspirasi.

Baca Juga:

Tips Ajarkan Balita Berosialiasai Sejak Usia Dini

Tips Ajarkan Balita Berosialiasai Sejak Usia Dini

Backdot.com – Bunda, perlu Anda tahu juga nih ya, bahwasannya selain memperhatikan asupan gizi yang seimbang bagi anak-anak sebagai orangtua yang baik tentunya Anda juga diwajibkan untuk bisa mengajari sih anak untuk bisa memiliki keterampilan social yang baik, atau pun mudah bergaul dengan teman-teman seumurannya atau pun yang lebih tua darinya.

Tips Ajarkan Balita Berosialiasai Sejak Usia Dini

Dan perlu Anda tahu juga, keterampilan social pada anak ini nantinya akan mengajarkan sih anak tersebut berteman dan juga berkerja sama, perduli terhadap temannya yang lagi sakit, menyelesaikan dan juga mendamaikan pertengkaran, marah tanpa ganggu orang lain, mengikuti aturan yang ada, serta sabar menunggu.

Tapi, yang jadi masalahnya adalah ternyata tak mudah lho mengajarkan sih kecil yang masih balita untuk bisa bersosialisasi sejak usia dini tersebut bund, tentu akan dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang ada pada diri Anda. Dan berikut ini adalah beberapa tips menarik yang bisa Anda lakukan untuk mengajarkan sih kecil bersosialisasi sejak usia dini.

Tips mengajarkan balita bersosialisasi sejak usia dini

Seorang anak nantinya akan lebih mudah untuk diterima siapa pun apabila mereka memang memiliki keterampilan social yang baik. anak juga lebih bisa dalam menyelesaikan masalah dengan orang lian, mengurangi kesulitannya di sekolah, bahkan anak jadi lebih bersemangat lagi untuk bersekolah yang nantinya akan berprestasi secara optimal, begitu pun ujar seorang psikolog anak dan keluarga yang bernama Anna Surti Ariani.

Psikolog Anna juga menjelaskan bahwasanya Anda sebagai orangtua bisa mengajarkan anak mudah bersosialisasi sesuai usianya. Untuk anak usia 1 hingga 3 tahun, lebih sensitiflah pada kebutuhan sih anak, perbanyak bertemu denga anak seusianya, dan jangan pernah paksa bergaul. Ajak saja anak Anda untuk mengamati, tegas jika anak memukul orang lain, dan ajak minta maaf meskipun dia masih belum sadar.

Apabila anak Anda marah, ada baiknya Anda berikan pelukan terlebih dulu, baru ajaklah anak Anda berbicara dan ungkap pikiran. Bantu kasih kata-kata yang mewakili perasaan anak Anda, contohnya saja adik lagi sedih ya, mainannya rusak. Sedangkan untuk anak usia 4 hingga 6 tahun, berikan banyak kesempatan bermain dengan teman sebayanya, bari petunjuk cara untuk bisa menyelesaikan pertengkaran, akan tetapi biarkan saja dia mencobanya sendiri.

Nama Tarian Tradisional Buatlah drama-drama di rumah untuk mengajarkan etika dan cara bergaul yang benar. Ajari anak Anda bergiliran, mengantri, berbagi. Bertukar, mengajak teman bermain ke rumah, atau pun anak bermain ke rumah temannya. Tegas terhadap kekerasan di dalam bermain. Sehingga secara perlahan dan pembiasaan anak Anda bisa diajarkan untuk bersosialiasi dengan baik.

Demikianlah tips ajarkan balita bersosialiasai sejak usia dini yang bisa kami informasikan. Semoga saja bisa bermanfaat.

Baca Juga:

Tips Mengajari Anak Agar Selalu Bersyukur

Tips Mengajari Anak Agar Selalu Bersyukur

Backdot.com – Bunda, sukses mengajari sih kecil bisa mengucapkan “terima kasih” adalah suatu hal yang sangat membanggakan ya, ini adalah separuh dari perjuangan lho bund. Sebab separuhnya lagi adalah mengajarkan sih kecil untuk selalu bisa bersyukur. Coba saja Anda berikan sebuah pandangan mengenai aspek yang positif dari kehidupannya supaya sih kecil pun juga bisa memahami arti hidup secara lebih mendalam. Jeffrey Froh PsyD adalah seorang direktur dari “The Laboratory for Gratitude in Yourt at Hofstra University” tengah memberikan sebuah saran untuk dapat melakukan kegiatan atau pun aktifitas berikut dengan anak supaya nantinya bisa membantu mereka tumbuh jadi orang yang selalu bersyukur dan juga optimis. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini ya bund.

Tips Mengajari Anak Agar Selalu Bersyukur

Mengajari anak agar selalu bersyukur

Usia 3 – 7 tahun

Di setiap malam sebelum tidur Anda bisa menanyakan pada anak seperti ini “hari ini kira-kira apa nih yang membuat adik senang?” saran dari Dr. Froh. Meskipun dia masih belum paham benar mengenai konsep bersyukur, ya paling tidak kebiasaan tersebut membantunya untuk selalu lihat sisi positif di dalam kehidupannya. Hal ini bisa memasunya untuk selalu berpikir positif.

Usia 8 – 10 tahun

Di usia ini anak memasuki tahapan dimana dia akan mulai paham apresiasi yang telah dibeirkan oleh orang lain padanya. Jadi, sangat penting sekali untuk memberi pengertian pada anak bahwasannya suatu perbuatan yang telah dilakukan seseorang baginya itu patut disyukuri. Misalnya saja katakan “ tante baik banget ya dik, mau bikini kue tart untuk ulang tahun adik. Black forest lagi, ini kan kue favorit adik”.

Usia 11 – 13 tahun

Beri kamera pada anak dan mintalah dia untuk memotret hal yang dia syukuri di setiap harinya. Lalu pasang gambar untuk lebih memudahkannya mengingat sebuah peristiwa yang menyenangkan tersebut. Penelitian yang telah dilakukan Dr. Froh telah menunjukkan bahwasannya sih anak yang mendaftar peristiwa yang menyenangkan tersebut lebih cenderung membuat mereka lebih puas, optimis, dan juga selalu bersyukur. Tak hanya memotret, menggambar, menulis, dan juga bercerita ternyata bisa menjadi media yang harus dicoba.

Usia 14 ke atas

kuliahbahasainggris.com Coba menonton film “Pursuit of Happyness”. Kemudian diskuasikan nilai moral bersama sih kecil. “sel di dalam otak akan membantunya untuk merasakan hal sama seperti kejadian yang dilihat” Dr. Froh menjelaskan. Hal yang demikian ini bisa tingkatkan empati dan menjadikannya lebih bersyukur dengan apa yang dia dapat.

Nah, itulah tadi beberapa tips mengajari anak agar selalu bersyukur yang bisa kami informasikan kepada Anda semuanya. Semoga saja tips di atas bisa bermanfaat dan menginspirasi.

Baca Juga:

Tips Menentukan Kesiapan Anak untuk Pendidikan Luar Sekolah

Tips Menentukan Kesiapan Anak untuk Pendidikan Luar Sekolah

Backdot.com – Bunda, mungkin saja Anda juga pernah bertanya-tanya mengenai kesiapan sih kecil untuk bisa mendapatkan pendidikan di luar sekolah. Apa sih kecil memang sudah siap untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya dan juga guru kelasnya? Untuk bisa menjawab pertanyaan sederhana ini, di bawah ini akan kami jelaskan tentang cara atau pun tips untuk menentukan kesiapan anak untuk pendidikan luar sekolah seperti yang kami lansir dari situs vemale.com.

Tips Menentukan Kesiapan Anak untuk Pendidikan Luar Sekolah

Akan tetapi perlu Anda tahu terlebih dahulu ya bund, apabila Anda memang masih kebingungan di dalam menentukannya, maka berikut ini ada sejumlah pertanyaan yang nantinya bisa membantu Anda untuk tentukan apa sih kecil memang sudah benar-benar siap untuk sekolah atau pun tidak. simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Menentukan kesiapan anak untuk pendidikan luar sekolah

Apa sih kecil sudah mampu untuk menangkap instruksi yang Anda berikan?

Ini sangat penting sekali untuk ditanyakan ya bund, sebab hal tersebut bertujuan untuk dapat memastikan sih kecil mampu di dalam melakukan aktifitas atau pun kegiatan di kelasnya nanti. Apabila sih kecil memang sudah mampu dalam menangkap instruksi Anda, maka dia juga akan mengerti instruksi yang bakal diberikan oleh guru kelasnya nanti. Akan tetapi jika sih kecil masih belum mengerti atau pun belum bisa menangkap instruksi yang Anda berikan, itu tandanya sih kecil masih belum siap untuk pendidikan luar sekolah. Jadi, Anda jangan sampai memaksakan kehendak Anda sendiri untuk memasukkan sih kecil ke sekolah jika memang dia masih belum siap ya bund.

Sudahkah mampu sih kecil memegang sebuah pensil?

Pertanyaan yang satu ini walaupun memang terlihat sangat sepele nih ya bund, akan tetapi ternyata pertanyaan tersebut juga memiliki peranan yang cukup penting lho untuk bisa menentukan kesiapan anak untuk mendapatkan pendidikan luar sekolah nanti. Perlu Anda tahu nih, pada saat sih kecil ada di sekolah formal, maka Anda tidak bisa banyak membantu seperti layaknya sedang berada di rumah. Jadi, apabila Anda memang ingin sih kecil nantinya tidak alami kesulitan saat melakukan pendidikan di sekolah, pastikan Anda menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban “Ya” alias sih kecil sudah mampu memegang sendiri pensilnya dengan baik.

Apa sih kecil juga mulai suka buku-buku cerita yang bergambar?

ilmubahasainggris.com Apabila pertanyaan tersebut jawabannya adalah “Ya”. Maka Anda harus segera mendaftarkan sih kecil untuk memperoleh pendidikan pertamanya. Sebab hal ini adalah pertanda jika dia mulai tertarik untuk lebih mengenal huruf-huruf.

Demikianlah tips menentukan kesiapan anak untuk pendidikan luar sekolah yang bisa kami informasikan untuk Anda semuanya. Semoga saja bisa bermanfaat.

Baca Juga:

Mengajarkan Anak Menulis di Usia 1 Tahun?

Mengajarkan Anak Menulis di Usia 1 Tahun?

Backdot.com – Bund, bagaimana jika Anda mengajarkan anak untuk bisa menulis di usia yang masih beranjak 1 tahun? Hemmm… kira-kira hal tersebut baik tidak sih untuk tumbuh kembang sih anak? Secara nih ya bund, sih kecil masih baru berusia 1 tahun , pastinya dia juga masih belum mengenal betul huruf alphabet dan juga angka. Akan tetapi fakta terbaru mengatakan tak ada masalah lho jika bunda mulai mengajarkan sih kecil menulis di usianya yang masih 1 tahun tersebut. Bahkan anak di usia 1 tahun tersebut lebih mudah lho menangkap apa yang telah diajarkan kepada dirinya dengan baik, walaupun masih membutuhkan didikan yang ekstra sabar dari orangtuanya.

Mengajarkan Anak Menulis di Usia 1 Tahun

Dengan bimbingan dan juga panduan dari orangtua, Anda bisa mengajarkan sih kecil menulis mulai dari hal-hal yang simpel terlebih dulu bund, seperti halnya membuat sebuah lingkaran atau pun garis. Namun, untuk lebih jelasnya mari simak beberapa ulasan di bawah ini dulu ya bund.

Cara mengajarkan anak menulis di usia 1 tahun

Perlu Anda tahu nih pada usianya tersebut seperti yang sudah kami singgung di atas bahwasannya anak masih belum kenal huruf atau pun angka, yang pasti saja Anda juga tidak perlu memaksa anak untuk langsung bisa hafal alphabet  dan juga angka ya. Langkah pertama mengajarkan anak menulis ini adalah dengan mengajarkannya memegang pensil yang benar, dan membantunya untuk membuat garis lurus atau lingkaran sebanyak mungkin hingga dia benar-benar dapat memegang pensilnya sendiri serta membuat garis sendiri.

Langkah yang kedua adalah ajarkan sih anak untuk menuliskan namanya sendiri. Menulis nama ini juga tak harus hafal terlebih dulu 26 alfabet. Anda bisa mengajarkannya menghafal namanya sendiri terlebih dulu untuk memacu anak supaya dia mau belajar dan juga mengenal huruf lain. Langkah yang berikutnya adalah dengan mengajarkan dia menebalkan huruf dan juga angka. Perbanyak jumlah angka atau huruf yang harus dia tebalkan sehingga memorinya akan menjadikan dia menghafalkan secara alamiah. Memaksa dia untuk mengingat tak akan mudah, sehingga makin seringnya dia menebalkan huruf atau pun angka, maka akan semakin kuat pula ingatannya.

gurupendidikan.com Lalu di usianya yang cukup, sekitar 2 tahun ke atas, Anda bisa berkreasi dengan menggunakan crayon supaya sih anak bisa lebih bersemangat lagi dalam belajar menulisnya. Dan di usia 3 tahun, Anda bisa mengetes dan juga melatih kemampuannya dalam mengingat huruf serta angka seperti yang sudah dia pelajari seja dini. Tetap ingat, bahwasannya kemampuan yang dimiliki oleh satu anak dengan yang lainnya berbeda. Jika anak Anda memang tak mudah mengingat serta sulit sekali belajar untuk menulis, maka Anda harus memiliki waktu lebih untuk mengajarkannya serta kesabaran yang ekstra.

Demikian informasi tentang mengajarkan anak menulis di usia 1 tahun yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:

Menerapkan Disiplin Tanpa Kekerasan Pada Anak

Menerapkan Disiplin Tanpa Kekerasan Pada Anak

Backdot.com – Sebagian dari Anda mungkin saja sudah pernah rasakan hukuman fisik semasa kecilnya, baik di rumah atau pun di sekolah. Barangkali Anda tumbuh dan lihat hukuman fisik terjadi sehari-hari, sehingga Anda memandangnya sebagai suatu hal yang lumrah. Sebab orangtua dan juga guru Anda menggunakannya, maka Anda menggangap hukuman fisik merupakan salah satu cara biasa bagi orang dewasa dalam memperlakukan anak-anak. Bila anaknya nakal, siapa tahu dia perlu dipukul supaya jera. Toh alasannya dikarenakan sayang dan niatnya pun juga mendidik.

Menerapkan Disiplin Tanpa Kekerasan Pada Anak

Tapi seiring dengan berjalannya waktu, ilmu pengetahuan yang  juga terus alami perkembangan, sebagai pengasuh dan juga pendidik utama bagi anak, Anda bertanggung jawab untuk ciptakan lingkungan yang aman serta mendorong anak untuk berkembang lebih optimal. Kini, sebuah pemahanan terbaru bahwasannya hukuman fisik ini tak layak, berbahaya bagi anak, dan melanggar hukum. Hukuman fisik seharusnya tak lagi mendapatkan tempat dalam pendidikan, baik itu di rumah atau pun di sekolah.

Lantas, apa dampak dari hukuman fisik bagi anak?

Hukuman fisik ini bisa berdampak pada rasa marah, takut, malu, dan juga tidak percaya diri. Anak yang mendapatkan hukuman fisik tersebut bisa juga kehilangan rasa percaya dirinya pada orang dewasa yang telah menghukumnya berulang-ulang kali. Hukuman fisik ini juga bisa mengajarkan anak bahwasannya kekerasan adalah salah satu cara wajar untuk buat orang lain ikuti keinginannya. Dan mereka bisa dipastikan akan meneruskannya sebagai pelaku perisakan atau bullying pada teman maupun kekerasan dalam berumah tangga ketika dewasa.

Cara menerapkan disiplin tanpa kekerasan

Disiplin yang positif merupakan pendekatan baru bagi guru serta orangtua dalam membimbing perilaku anak. Dengan disiplin positif ini guru beserta orangtuanya diharap dapat memperhatikan dulu kebutuhan psikolog dan juga emosional anak sebelum akhirnya memperhatikan perubahan perilakunya. Tujuan dari disiplin positif ini adalah untuk membantu sih anak dalam mengembangkan rasa tanggung jawab untuk menjadikan keputusan yang baik dan juga penuh dengan pertimbangan. Disiplin positif juga bisa membantu sih anak untuk belajar disiplin dengan motivasi dari dalam dirinya, bukan dikarenakan rasa takut terhadap orang lain.

dosenpendidikan.com Selain hal tersebut, dalam disiplin positif ini anak nantinya akan dikenalkan pada konsekuensi atas perbuatannya. Apabila perbuatannya memang tak baik, maka anak bisa mendapatkan konsekuensi sesuai perilakunya tersebut. Konsekuensi yang telah disepakati oleh anak dan guru atau pun orangtua, bukan hal-hal yang memalukan maupun berbau kekerasan. Contohnya saja anak menumpahkan gelas yang berisikan kopi di atas karpet, konsekuensinya dia harus bisa membersihkan dan juga mengeringkan karpet tersebut.

Demikianlah informasi seputar menerapkan disiplin tanpa kekerasan pada anak yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: